Kab. Banyuwangi (Kelas Prestasi)-Amtsilati, mungkin untuk beberapa kalangan kata tersebut masih terdengar asing dan kurang familier. Amtsilati adalah kitab atau buku berisi metode membaca kitab kuning secara cepat, yang digagas oleh K.H. Taufiqul Hakim, pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Secara bahasa, kata “amtsilati” bermakna “contohku”, maksudnya metode yang digagasnya dituangkan dalam bentuk buku dengan banyak contoh agar mudah dipahami bagi yang ingin belajar kitab kuning.
Bak gayung bersambut, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 11 Banyuwangi pada pekan-pekan ini melaksanakan kegiatan Pelatihan Nahwu Shorof dengan metode Amtsilati di PP. Miftahul Falah, Glenmore. Kegiatan ini dilaksanakan selama 14 hari dari tanggal 16 Februari – 2 Maret 2022. Dalam sambutannya, Ibu Kepala Madrasah (Sri Endah Zulaikahtul Kharimah, S. Ag., M. Pd.) menyampaikan, “Dengan waktu 14 hari itu, tolong digunakan sebaik-baiknya. Karena sesungguhnya materi yang diterima nanti (di pondok) mungkin secara umum dan garis besar tidak didapatkan di madrasah atau di tempat lain”. Dalam sambutannya Kepala madrasah mengapreasi kegiatan kelas prestasi ini. Menurutnya, ini adalah kegiatan yang bagus dan merupakan satu program yang inovatif. Karena berbeda dengan tahun lalu, yaitu memaknai kitab kuning menggunakan Bahasa jawa. Namun kali ini anak-anak diajarkan memaknai kitab kuning dengan menggunakan Bahasa inggris. Beliau juga memberikan apresiasi dan kata penyemangat sekaligus membuka kegiatan tersebut setelahnya, dengan mengucapkan, “Saya Bisa! Saya pasti bisa! Saya harus bisa!” sembari diikuti oleh seluruh hadirin. Rabu (16/02/2022).
Ketua pengurus kelas prestasi, Naufal Hasbi Bakhtiar dalam sambutannya mengucap rasa syukur Alhamdulillah bahwa kegiatan ini bisa kembali dilaksanakan di pondok, mengingat tahun lalu kegiatan ini hanya bisa dilaksanakan di madrasah karena terkendala Pandemi Covid-19. Beliau juga sekaligus menitipkan 30 Peserta didik yang terdiri dari Santriwan 11 anak dan Santriwati 19 anak.
“Kami harap anak-anak bisa menyerap ilmu yang ada di sini sehingga ilmu yang kalian dapatkan dari awal sampai akhir bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri, Orang tua dan masyarakat, dan untuk madrasah” Harapnya.
Pengasuh PP. Miftahul Falah menyambut baik kegiatan ini dan dengan senang hati menerima anak-anak sebagai santri baru di pondok pesantren tersebut. Gus Wathon panggilan akrabnya menyampaikan, ”Selamat datang di PP. Miftahul Falah, sekarang kalian baru berada di pintu gerbang pondok, maka yang terlihat adalah baru keindahan pondok ini. Jika kalian ingin melihat yang lebih indah, maka masuklah ke dalam pondok. Namun jika kalian ingin melihat mutiara-mutiara yang lebih indah maka ikutilah program dan mempelajari ilmu yang ada di dalam pondok. Sebelum mengakhiri sambutannya adik Gus Wathon, Gus Ainun menampilkan Santriwan dan santriwati PP. Miftahul Falah dalam uji publik membaca kitab dengan Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris.
Usai membuka secara resmi kegiatan tersebut, Bu Zul (panggilan akrabnya) didampingi Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah menyematkan tanda peserta pelatihan secara simbolis, melalui pemakaian ID Card kepada perwakilan peserta.
Mudah-mudahan waktu 14 hari ini bisa digunakan sebaik-baiknya dan tujuan madrasah beserta tujuan pondok untuk memberikan ilmu kepada siswa-siswi sekalian, betul-betul bisa terwujud dan terlaksana. Sehingga pulang dari pondok ini, memiliki ilmu membaca dan memaknai kitab kuning dengan Bahasa inggris.



